
Firestop system menjadi salah satu elemen paling krusial dalam sistem proteksi kebakaran gedung modern. Pada bangunan komersial seperti pusat perbelanjaan, hotel, rumah sakit, hingga gedung perkantoran, kompleksitas instalasi mekanikal, elektrikal, dan plumbing (MEP) menciptakan banyak celah pada dinding dan lantai beton. Celah inilah yang sering kali menjadi jalur rambatan api jika tidak ditutup dengan sistem yang tepat.
Peristiwa kebakaran di Mall Ciputra Jakarta menjadi pengingat bahwa sistem keselamatan bangunan tidak hanya bergantung pada hydrant atau sprinkler. Selain proteksi aktif, dibutuhkan proteksi pasif seperti firestop system yang berfungsi menahan api dan asap agar tidak menyebar antar ruang maupun antar lantai. Dengan penerapan firestop system yang benar, risiko penyebaran api dapat ditekan secara signifikan.
Apa Itu Firestop System?
Firestop system adalah metode penutupan celah atau bukaan pada elemen tahan api (fire-rated wall dan fire-rated floor) akibat penetrasi kabel, pipa, ducting, maupun expansion joint. Tujuannya adalah mempertahankan integritas dan isolasi ruangan sesuai dengan fire rating yang telah dirancang, biasanya 1 hingga 4 jam.
Dalam praktiknya, bukan sekadar mengisi lubang dengan sealant biasa. Sistem ini harus mengikuti detail pengujian tertentu, seperti konfigurasi penetrasi, jenis material, hingga ketebalan aplikasi. Material yang digunakan dapat berupa firestop sealant, mortar, fire collar, wrap strip, hingga fire board, tergantung pada jenis penetrasi dan kebutuhan rating.
Tanpa firestop system yang sesuai standar, api dapat menjalar melalui shaft kabel, pipa vertikal, maupun celah plafon dalam hitungan menit. Itulah mengapa firestop system menjadi bagian penting dari strategi fire compartmentation pada gedung komersial.
Mengapa Mall dan Gedung Komersial Berisiko Tinggi?
Mall dan gedung komersial memiliki karakteristik yang membuatnya lebih rentan terhadap penyebaran api, antara lain:
- Banyaknya tenant dengan instalasi listrik kompleks
- Sistem HVAC dan plumbing yang melintasi banyak lantai
- Area shaft utilitas vertikal
- Basement dan area parkir tertutup
Setiap penetrasi yang menembus dinding atau lantai tahan api wajib dilindungi dengan firestop. Tanpa perlindungan ini, konsep compartmentation tidak akan berfungsi optimal. Api dan asap dapat berpindah dari satu zona ke zona lain dengan cepat, memperbesar potensi kerugian aset maupun risiko keselamatan pengunjung.
Belajar dari kasus mall ciputra, penting bagi pengelola gedung untuk memastikan bahwa seluruh titik penetrasi telah ditangani menggunakan firestop system yang teruji dan terdokumentasi dengan baik.
Bagaimana Firestop System Bekerja?
Secara teknis, hal ini bisa bekerja dengan tiga prinsip utama:
- Integrity (E) – Menahan agar api tidak menembus bukaan.
- Insulation (I) – Menghambat perpindahan panas ke sisi yang tidak terbakar.
- Smoke Seal – Membatasi penyebaran asap beracun.
Saat terjadi kebakaran, beberapa material firestop akan mengembang (intumescent) ketika terkena panas tinggi. Material ini menutup celah yang sebelumnya menjadi jalur penetrasi pipa plastik atau kabel, sehingga api tidak dapat menjalar ke ruangan lain.
Pada gedung bertingkat, firestop sangat penting di area berikut:
- Penetrasi kabel tray
- Pipa PVC dan pipa metal
- Expansion joint
- Shaft lift dan shaft utilitas
- Area mechanical room
Tanpa firestop system yang sesuai detail pengujian, perlindungan tahan api pada dinding dan lantai menjadi tidak efektif.
Standar dan Kepatuhan

Implementasi firestop harus mengacu pada sistem yang telah diuji secara internasional, seperti UL Listed System atau standar pengujian ASTM. Setiap konfigurasi penetrasi memiliki detail spesifik yang harus diikuti, mulai dari diameter bukaan, jenis pipa, hingga ketebalan material.
Kesalahan umum yang sering terjadi di lapangan adalah penggunaan material tanpa mengacu pada sistem teruji. Hal ini berisiko membuat fire rating tidak tercapai meskipun secara visual celah terlihat tertutup.
Oleh karena itu, dokumentasi instalasi firestop sangat penting. Dokumentasi ini biasanya mencakup:
- Foto sebelum dan sesudah pemasangan
- Detail sistem yang digunakan
- Jenis material dan batch number
- Lokasi titik penetrasi
Pendekatan ini membantu memastikan bahwa firestop system benar-benar memenuhi standar keselamatan bangunan.
Dampak Jika Firestop System Tidak Optimal
Tanpa instalasi yang tepat, risiko yang dapat terjadi antara lain:
- Penyebaran api antar lantai dalam waktu singkat
- Kerusakan struktur akibat panas ekstrem
- Gangguan operasional jangka panjang
- Kerugian finansial besar
- Risiko keselamatan penghuni dan pengunjung
Insiden seperti mall ciputra menunjukkan bahwa sistem keselamatan harus dirancang secara menyeluruh. Hal ini menjadi bagian dari lapisan pertahanan penting dalam mengendalikan penyebaran api sebelum tim pemadam tiba.
Memilih Kontraktor Firestop System Profesional
Pemasangan firestop system membutuhkan pemahaman teknis mendalam. Kontraktor tidak hanya perlu mengetahui jenis material, tetapi juga harus memahami detail engineering, fire rating requirement, serta koordinasi dengan tim MEP dan struktur.
Sebagai perusahaan spesialis proteksi pasif kebakaran, PT Niaga Artha Chemcons menyediakan layanan firestop system dengan pendekatan sistematis dan berbasis standar teruji. Proses yang dilakukan meliputi:
- Survey dan identifikasi seluruh titik penetrasi
- Penentuan sistem firestop sesuai kebutuhan rating
- Instalasi oleh tenaga terlatih
- Quality control dan dokumentasi lengkap
Pendekatan ini membantu memastikan bahwa firestop system yang terpasang tidak hanya memenuhi aspek visual, tetapi juga aspek teknis dan regulasi.
Sebagai Investasi Keamanan
Dalam proyek pembangunan maupun renovasi gedung komersial, firestop system sering kali dianggap sebagai pekerjaan tambahan. Padahal, sistem ini merupakan investasi jangka panjang dalam keselamatan bangunan.
Dengan penerapan yang tepat, pengelola gedung dapat:
- Meningkatkan tingkat keselamatan penghuni
- Memenuhi persyaratan audit keselamatan
- Mengurangi potensi kerugian akibat kebakaran
- Menjaga reputasi dan kepercayaan publik
Kasus mall ciputra menjadi refleksi bahwa proteksi kebakaran tidak boleh hanya berfokus pada sistem aktif. Firestop system berperan penting dalam menjaga integritas kompartemen bangunan sehingga api tidak menyebar tanpa kendali.
Bagi pemilik proyek, konsultan, maupun pengelola gedung yang ingin memastikan sistem proteksi pasif berjalan optimal, pemilihan spesialis yang berpengalaman menjadi langkah strategis. Pendekatan teknis yang tepat, penggunaan material bersertifikasi, serta dokumentasi yang lengkap akan memberikan perlindungan maksimal terhadap risiko kebakaran di masa depan.
Konsultasikan sekarang secara gratis dan dapatkan survey gratis untuk area Jabodetabek. Hubungi dengan KLIK DI SINI atau melalui email sales@ptnac.com.




